Laga Persib vs Madura United di GBLA Tanpa Bojan di Pinggir Lapangan, Taktik Pragmatis Diuji Agresivitas Tamu

TOKOMINICON.COM – Atmosfer Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) kembali memanas saat Persib menjamu Madura United pada  Kamis (26/2). Laga ini terasa lebih dari sekadar perebutan tiga poin.

Persib datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menang tipis atas Persita Tangerang. Kemenangan itu menjaga posisi mereka tetap nyaman di puncak klasemen.

Maung Bandung kini mengoleksi 50 poin dari 21 pertandingan yang sudah dijalani. Konsistensi membuat mereka jadi tim paling stabil sejauh musim berjalan.

Di sisi lain, Madura United justru sedang mencari jalan keluar dari tren negatif. Lima laga terakhir tanpa kemenangan membuat tekanan makin terasa.

Hasil imbang 2-2 melawan Arema FC belum cukup mengangkat posisi mereka. Laskar Sapeh Kerrab masih tertahan di papan bawah dengan 20 poin.

Perbedaan angka di klasemen memang mencolok, tetapi sepak bola tak pernah sesederhana hitungan statistik. Madura tetap punya motivasi besar untuk mencuri poin.

Duel ini juga menghadirkan adu strategi dua pelatih dengan karakter berbeda. Pendekatan taktis keduanya diyakini memberi warna menarik sepanjang pertandingan.

Bojan Hodak tak bisa berdiri di tepi lapangan karena hukuman akumulasi kartu. Meski begitu, arahannya tetap mengalir dari tribun kepada para pemain.

Pelatih asal Kroasia itu sudah tiga tahun membentuk identitas kuat di tubuh Persib. Ia menjadikan timnya tangguh dan sulit ditembus lawan.

Catatan prestasinya tak bisa dipandang sebelah mata oleh para pesaing. Ia menjadi pelatih asing pertama yang membawa Persib juara beruntun.

Bojan dikenal mengedepankan efektivitas ketimbang permainan penuh gaya. Baginya, satu gol dan tiga poin jauh lebih berarti dari pesta peluang.

Namun musim ini lini depan Persib kerap hanya mampu mencetak satu gol. Situasi itu memicu perbincangan luas di kalangan pendukung setia.

Efisiensi memang terjaga, tetapi publik berharap variasi serangan lebih tajam. Tantangan itu kembali hadir saat menghadapi pertahanan Madura yang agresif.

Di kubu tamu, Carlos Parreira mencoba membangun fondasi baru. Ia dipercaya memimpin setelah manajemen melakukan perubahan di kursi pelatih.

Dalam sebelas pertandingan, hasil yang diraih belum konsisten. Satu kemenangan, empat imbang, dan enam kekalahan jadi catatan awalnya.

Meski statistik belum berpihak, karakter tim mulai terbentuk perlahan. Carlos dikenal disiplin dan berani menerapkan pola menyerang sejak menit awal.

Formasi 3-5-2 sering ia pakai untuk memaksimalkan lebar lapangan. Serangan dari sisi sayap menjadi senjata utama yang terus diasah.

Pendekatan agresif itu berpotensi menguji ketenangan lini belakang Persib. Jika lengah sedikit saja, tekanan bisa berubah jadi ancaman nyata.

Pertanyaannya kini sederhana namun krusial bagi kedua kubu. Apakah pragmatisme Persib kembali efektif atau keberanian Madura mencuri momentum.

Bobotoh tentu berharap tim kesayangan tampil solid sepanjang laga. Sementara Madura datang dengan tekad membalikkan keadaan dan membungkam tuan rumah.

Leave a Comment