TOKOMINICON.COM – Ramadan kembali menyapa dengan suasana yang selalu dirindukan umat Islam. Malam-malamnya terasa berbeda, lebih tenang dan penuh harap.
Di antara amalan yang paling dinanti adalah shalat tarawih. Ibadah sunnah ini menjadi momen mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Banyak orang memilih melaksanakannya di masjid secara berjemaah. Kebersamaan itu menghadirkan semangat dan kekhusyukan tersendiri.
Namun ada pula yang menjalankannya sendiri di rumah karena kondisi tertentu. Keduanya tetap sah selama dilakukan sesuai tuntunan.
Pertanyaan soal jumlah rakaat kerap jadi bahan diskusi di tengah masyarakat. Sebagian mengikuti delapan rakaat ditambah tiga rakaat witir sebagai penutup.
Ada pula yang menunaikan dua puluh rakaat lalu ditutup witir. Pandangan lain bahkan menyebut tiga puluh enam rakaat untuk memperbanyak ibadah.
Perbedaan ini sudah lama dibahas dalam kajian fiqih. Sikap bijak dan saling menghargai menjadi kunci agar tidak terjadi perpecahan.
Secara tata cara, pelaksanaan tarawih tidak jauh berbeda dengan shalat sunnah lainnya. Yang membedakan hanya niat ketika dilakukan sendiri atau berjemaah.
Jika sendirian, niat di dalam hati ditujukan sebagai shalat sunnah tarawih karena Allah Ta’ala. Jika berjemaah, niat ditambah sebagai makmum saat mengikuti imam.
Agar lebih mudah dipahami, berikut tata cara shalat tarawih secara berurutan:
- Membaca niat dalam hati sebelum memulai shalat.
- Takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan.
- Membaca doa iftitah, taawudz, lalu Surah Al-Fatihah.
- Membaca surah pendek Al-Qur’an setelah Al-Fatihah.
- Rukuk dengan tuma’ninah dan membaca doa rukuk.
- Iktidal sambil membaca doa bangkit dari rukuk.
- Sujud pertama dengan khusyuk dan membaca doa sujud.
- Duduk di antara dua sujud lalu sujud kedua.
- Berdiri untuk rakaat berikutnya dan mengulang bacaan.
- Duduk tasyahud akhir setelah rakaat kedua.
- Mengucap salam ke kanan dan kiri untuk mengakhiri shalat.
Setiap dua rakaat diakhiri satu salam. Rangkaian ini diulang sesuai jumlah rakaat yang dipilih. Setelah itu, shalat witir dianjurkan sebagai penutup ibadah malam.
Bagi banyak keluarga, tarawih bukan sekadar rutinitas. Ia menjadi waktu berkumpul dan mempererat hubungan. Anak-anak belajar berdiri lebih lama dalam shaf. Orang tua memberi teladan tentang kesabaran dan ketekunan.
Ramadan selalu menghadirkan peluang memperbaiki diri. Tarawih menjadi salah satu jalan untuk meraih ampunan dan pahala berlipat.
Baik dilakukan di masjid maupun di rumah, esensinya tetap sama. Yang terpenting adalah niat tulus dan hati yang ingin lebih dekat kepada-Nya.