Harga Perak Terbang Tinggi Kalahkan Emas, Tanda Akhir Reli Mulai Terlihat di Pasar Global

TOKOMINICON.COM – Harga perak melaju ke level yang jarang terjadi dan memicu banyak reaksi di pasar global. Lonjakan ini dinilai sudah berada di zona ekstrem bila dibandingkan dengan emas.

Sejumlah analis melihat posisi harga perak saat ini terlalu tinggi secara historis. Kondisi tersebut berpotensi menekan sektor industri yang sangat sensitif terhadap perubahan biaya bahan baku.

Dalam sembilan bulan terakhir, performa perak tercatat lebih unggul dibanding emas. Pola ini sering muncul menjelang fase akhir reli dalam siklus pasar logam mulia.

Sejarah mencatat, pada fase akhir kenaikan, perak kerap bergerak lebih agresif. Setelah itu, volatilitas biasanya meningkat dan arah harga menjadi sulit ditebak.

Analis menilai situasi sekarang memiliki kemiripan dengan periode lonjakan besar di masa lalu. Salah satunya terjadi ketika pasar perak mengalami tekanan ekstrem pada awal dekade 1980-an.

Saat itu, harga perak melonjak jauh di atas rata-rata pergerakan jangka panjang. Kondisi serupa kembali terlihat ketika harga menembus area psikologis penting.

Kenaikan tajam terbaru membuat harga perak berada puluhan persen di atas rata-rata 200 hari. Angka tersebut menjadi sinyal bahwa pasar sedang berada di fase panas.

Meski terlihat berlebihan, sejarah menunjukkan harga masih bisa bergerak lebih tinggi. Pasar sering kali bertahan lebih lama dari perkiraan banyak pelaku.

Namun demikian, data historis juga memperlihatkan bahwa reli seperti ini cenderung mendekati akhir. Risiko koreksi tetap terbuka seiring meningkatnya tekanan spekulatif.

Ketidakpastian global ikut memberi dorongan tambahan. Faktor geopolitik, kebijakan moneter Amerika Serikat, serta arah dolar ikut memengaruhi arus dana investor.

Di sisi lain, harga tinggi mulai berdampak pada permintaan industri. Beberapa sektor memilih menyesuaikan teknologi demi menekan ketergantungan terhadap perak.

Industri fotovoltaik menjadi contoh nyata dari perubahan tersebut. Produsen panel surya mulai mengurangi intensitas penggunaan perak dalam proses produksi.

Sebagai alternatif, material berbasis tembaga semakin banyak digunakan. Pendekatan hibrida antara perak dan tembaga bahkan sudah memasuki tahap komersial.

Langkah ini menunjukkan respons industri terhadap tekanan harga. Adaptasi tersebut berpotensi menahan laju kenaikan perak dari sisi permintaan fundamental.

Jika tren penyesuaian berlanjut, keseimbangan pasar bisa berubah. Harga yang terlalu tinggi berisiko memicu penurunan konsumsi jangka menengah.

Di pasar global, harga spot perak sempat mencetak rekor tertinggi baru. Lonjakan ini terjadi seiring menguatnya minat terhadap aset pelindung nilai.

Di dalam negeri, harga perak batangan juga bergerak naik. Produk perak Antam mencatat kenaikan yang cukup mencolok dalam waktu singkat.

Per gram perak Antam diperdagangkan lebih mahal dibanding hari sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan sentimen pasar yang masih condong ke logam mulia.

Menariknya, pergerakan perak berbeda dengan emas pada periode yang sama. Saat perak menguat, harga emas justru mengalami penurunan tipis.

Perbedaan arah ini menunjukkan variasi persepsi risiko di kalangan investor. Sebagian pelaku pasar melihat perak sebagai peluang, sekaligus tantangan.

Leave a Comment