CAS Bekukan Sanksi FIFA, Tujuh Pemain Naturalisasi Malaysia Akhirnya Bisa Bermain Lagi

TOKOMINICON.COM – Kabar melegakan datang dari sepak bola Malaysia setelah Pengadilan Arbitrase Olahraga atau CAS mengabulkan penangguhan sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi.

Keputusan bersifat sementara itu membuat hukuman larangan bermain selama 12 bulan yang sebelumnya dijatuhkan FIFA dibekukan sambil menunggu putusan akhir banding.

Dengan status tersebut, ketujuh pemain kini kembali diperbolehkan beraktivitas di lapangan, baik bersama klub maupun tim nasional Malaysia.

Putusan interim CAS ini sekaligus membuka kembali peluang para pemain untuk tampil dalam kompetisi yang sedang berjalan.

Adapun tujuh pemain yang terdampak keputusan tersebut adalah Facundo Garcés, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, João Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Héctor Hevel.

Mereka sebelumnya tidak bisa bermain akibat sanksi FIFA yang berkaitan dengan dugaan pemalsuan dokumen dalam proses naturalisasi.

Kasus ini sempat menjadi sorotan karena berdampak langsung pada hasil pertandingan internasional Malaysia.

FIFA bahkan membatalkan tiga kemenangan uji coba internasional yang diraih Malaysia karena melibatkan para pemain tersebut.

Situasi itu memukul kepercayaan diri tim sekaligus mengganggu persiapan jangka panjang federasi dan tim nasional.

Namun, keputusan CAS membawa angin segar meski belum menyentuh pokok perkara yang sedang diproses.

CAS menegaskan bahwa pembekuan sanksi ini hanya berlaku sementara hingga putusan banding dikeluarkan secara final.

Artinya, status karier ketujuh pemain tersebut masih bergantung pada keputusan akhir lembaga arbitrase olahraga dunia itu.

Persatuan Sepak Bola Malaysia atau FAM menyambut positif keputusan tersebut melalui pernyataan resmi yang dirilis Selasa, 27 Januari 2026.

FAM memastikan bahwa larangan bermain selama 12 bulan tidak berlaku untuk sementara waktu sejak putusan interim CAS keluar.

“Mereka diizinkan melanjutkan karier dan terlibat dalam aktivitas sepak bola apa pun hingga keputusan akhir atas banding di CAS ditetapkan,” tulis FAM.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa para pemain bisa kembali memperkuat klub masing-masing tanpa hambatan regulasi.

Federasi juga menyatakan akan terus mengikuti perkembangan kasus ini secara aktif hingga terdapat kepastian hukum.

Menurut FAM, proses banding masih berjalan dan semua pihak diminta menghormati mekanisme hukum yang berlaku. Kembalinya pemain-pemain naturalisasi ini dinilai penting bagi stabilitas tim nasional Malaysia.

Mereka dianggap sebagai bagian dari proyek jangka menengah untuk meningkatkan daya saing Harimau Malaya di level Asia.

Di sisi lain, klub-klub yang menaungi para pemain juga mendapat keuntungan karena bisa kembali menurunkan kekuatan terbaik.

Kompetisi domestik Malaysia diperkirakan akan kembali berjalan lebih kompetitif dengan kehadiran para pemain tersebut.

Meski begitu, publik sepak bola Malaysia diminta tetap realistis karena putusan akhir CAS masih bisa mengubah situasi.

Keputusan final nantinya akan menjadi penentu sah atau tidaknya proses naturalisasi yang dipersoalkan FIFA.

Untuk saat ini, pembekuan sanksi menjadi kesempatan penting bagi pemain dan federasi untuk menjaga ritme permainan.

CAS, FIFA, dan FAM kini menjadi tiga pihak kunci yang dinanti langkah dan keputusan resminya oleh publik sepak bola kawasan.

Leave a Comment