TOKOMINICON.COM – Adu kisaran gaji Megawati Hangestri dan Yolla Yuliana di Proliga 2026 menarik perhatian publik pecinta voli nasional.
Keduanya kembali tampil di kompetisi domestik setelah menjalani karier di luar negeri dengan bayaran tinggi.
Megawati memilih kembali membela Jakarta Pertamina Enduro, klub yang punya sejarah panjang dalam kariernya. Sementara itu, Yolla Yuliana memperkuat Jakarta Livin Mandiri sebagai salah satu tumpuan utama tim.
Kepulangan dua bintang Timnas Voli Putri Indonesia ini langsung memicu banyak diskusi di kalangan penggemar. Banyak yang penasaran apakah nilai kontrak mereka di Proliga masih setara dengan saat bermain di luar negeri.
Gaji Megawati Hangestri
Saat merantau ke Korea Selatan, Megawati mencatatkan pencapaian penting bersama Red Sparks. Di klub tersebut, ia dikabarkan menerima gaji sekitar USD150 ribu atau setara Rp2,4 miliar per musim.
Jika dirata-ratakan, pendapatannya di Korea mencapai kurang lebih Rp266 juta setiap bulan. Angka tersebut menempatkan Megawati sebagai salah satu pevoli Indonesia dengan bayaran tertinggi.
Namun, ketika kembali ke Proliga, nominal kontraknya bersama Jakarta Pertamina Enduro tidak diumumkan ke publik. Tradisi kerahasiaan kontrak membuat nilai pasti gaji pemain sering hanya diketahui manajemen dan atlet.
Sebagai gambaran, pemain Timnas yang tampil di Final Four Proliga umumnya mendapat Rp12 hingga 20 juta per bulan. Nilai tersebut tentu jauh lebih rendah dibandingkan penghasilan Megawati saat bermain di luar negeri.
Gaji Yolla Yuliana
Di sisi lain, Yolla Yuliana juga membawa reputasi besar setelah merumput di Jepang. Ia sempat membela Tokyo Sunbeams dan disebut menerima bayaran sekitar Rp1,5 miliar per musim.
Jika dihitung per bulan, gaji Yolla di Jepang berada di kisaran Rp125 juta. Angka itu mencerminkan pengakuan klub asing terhadap kualitas dan pengalaman internasionalnya.
Saat kembali ke Indonesia, Yolla memilih bergabung dengan Jakarta Livin Mandiri. Sama seperti Megawati, nilai kontraknya di Proliga 2026 tidak pernah diungkap secara resmi.
Meski begitu, pemain inti di klub papan atas Proliga disebut bisa memperoleh Rp75 hingga 125 juta per bulan. Dengan jam terbang dan popularitasnya, Yolla berpeluang berada di batas atas kisaran tersebut.
Perbandingan gaji keduanya pun memunculkan anggapan adanya jarak yang cukup besar. Namun, kondisi di lapangan tidak selalu sejalan dengan angka kontrak semata.
Megawati dikenal sebagai opposite hitter dengan daya gedor kuat dan konsistensi tinggi. Yolla memiliki keunggulan pada kepemimpinan, pengalaman panjang, serta kemampuan membaca permainan.
Faktor usia, posisi bermain, hingga kebutuhan tim turut memengaruhi nilai kontrak masing-masing pemain. Karena itu, perbandingan gaji tidak bisa dilepaskan dari konteks strategi klub.
Baik Megawati maupun Yolla membawa harapan besar bagi tim yang mereka bela. Kehadiran keduanya diyakini mampu meningkatkan kualitas dan daya tarik Proliga 2026.
Pada akhirnya, nilai kontrak hanyalah salah satu bagian dari cerita panjang karier seorang atlet. Prestasi di lapangan tetap menjadi tolok ukur utama yang dinantikan para penggemar voli Indonesia.