TOKOMINICON.COM – Pemerintah Kota Cirebon memastikan malam pergantian tahun berlangsung tanpa pesta kembang api. Keputusan ini diambil sebagai wujud empati atas bencana alam yang menimpa sejumlah daerah.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo menegaskan suasana tahun baru kali ini dibuat lebih hening dan bermakna. Pemerintah memilih menahan euforia demi solidaritas kemanusiaan.
“Tahun baru yang biasanya ada perayaan dan hiburan termasuk kembang api, saya tegaskan untuk Kota Cirebon tidak ada perayaan termasuk pesta kembang api,” ujar Effendi Edo, Selasa (30/12).
Menurut Edo, kebijakan itu lahir dari keprihatinan mendalam atas musibah yang dialami warga di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah merasa tidak pantas merayakan saat duka masih terjadi.
“Saudara-saudara kita sedang mengalami musibah bencana alam. Jadi kita tidak selayaknya merayakan malam tahun baru dengan hiruk pikuk,” kata Edo.
Ia menjelaskan, larangan tersebut secara langsung berlaku bagi seluruh aparatur pemerintah daerah. Namun ia berharap sikap itu dapat menjadi teladan bagi masyarakat luas.
Edo tidak menutup ruang perayaan sama sekali. Ia hanya mengajak warga menyambut tahun baru dengan cara sederhana, reflektif, dan penuh kepedulian sosial.
Langkah serupa juga disampaikan pihak kepolisian. Polres Cirebon Kota menyatakan tidak merekomendasikan adanya pesta kembang api di wilayah hukumnya.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar menilai situasi saat ini membutuhkan rasa kebersamaan dan empati. Ia menyebut bencana masih dirasakan banyak daerah.
“Hal ini sebagai bentuk rasa empati kepada saudara-saudara kita yang saat ini mengalami musibah bencana alam,” ujar Eko Iskandar, Selasa (30/12).
Ia secara khusus menyebut wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai daerah yang terdampak. Empati juga ditujukan bagi warga Kota dan Kabupaten Cirebon.
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, kepolisian mengambil langkah pencegahan. Salah satunya melalui razia dan imbauan kepada pedagang kembang api.
“Kita memberikan imbauan kepada para pedagang kembang api untuk menjaga situasi kondusivitas dan kenyamanan di malam tahun baru,” kata Eko.
Meski demikian, kepolisian menegaskan tidak melarang masyarakat merayakan pergantian tahun. Warga tetap dipersilakan berkumpul dengan cara yang tertib.
Eko menekankan, esensi perayaan bukan pada kemeriahan, melainkan rasa syukur dan kebersamaan. Ia meminta masyarakat menghindari aktivitas yang berlebihan.
“Pada prinsipnya kami tidak menghalangi masyarakat untuk merayakan tahun baru, tapi kami lebih mengimbau masyarakat untuk sama-sama ikut berempati,” ujarnya.
Dengan kebijakan ini, Kota Cirebon ingin menghadirkan suasana tahun baru yang lebih tenang. Pemerintah dan aparat berharap masyarakat memahami pesan kemanusiaan tersebut.
Pergantian tahun diharapkan menjadi momen refleksi bersama. Bukan hanya soal harapan baru, tetapi juga kepedulian terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah.