TOKOMINICON.COM – Menjelang Lebaran 2026, banyak driver ojek online mulai bertanya kapan bonus tunjangan hari raya (THR) cair. Harapan itu terasa penting karena kebutuhan keluarga meningkat tajam.
Biaya mudik, belanja kebutuhan pokok, hingga baju baru jadi prioritas utama. Bonus tersebut dianggap bisa menjadi napas tambahan di tengah tekanan ekonomi.
Pemerintah memberi sinyal positif terkait pemberian insentif untuk mitra pengemudi dan kurir digital. Kebijakan ini disiapkan agar ada kepastian dan rasa adil bagi pekerja ekonomi digital.
Regulasi teknisnya masih dimatangkan agar tidak menimbulkan tafsir berbeda di lapangan. Koordinasi lintas kementerian dilakukan supaya aturan yang keluar jelas dan tegas.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyebut diskusi dengan platform digital sudah berjalan. Respons dari perusahaan dinilai cukup baik dan menunjukkan komitmen.
Ia menjelaskan aturan nantinya akan dituangkan dalam surat edaran atau diumumkan resmi. Pengemudi kini tinggal menunggu kepastian tertulis dari pemerintah.
Jika mengacu pola sebelumnya, bonus biasanya cair paling lambat tujuh hari sebelum Idulfitri. Skema ini mengikuti kebiasaan pencairan tunjangan bagi pekerja formal.
Bila Lebaran jatuh di pertengahan Maret, maka awal Maret menjadi perkiraan waktu pencairan. Namun tanggal resmi tetap menunggu pengumuman kementerian.
Soal syarat penerima, pemerintah belum merilis ketentuan final untuk tahun ini. Meski begitu, pola lama bisa menjadi gambaran awal bagi para mitra.
Jumlah order minimal biasanya menjadi pertimbangan utama. Driver yang aktif dan konsisten online punya peluang lebih besar.
Tingkat penyelesaian pesanan juga diperhitungkan dalam evaluasi. Rating pelanggan yang baik ikut memengaruhi penilaian akhir.
Riwayat pelanggaran aplikasi menjadi catatan penting dalam proses seleksi. Performa stabil dalam periode tertentu turut menentukan kelayakan penerima.
Semakin disiplin dan produktif seorang driver, semakin besar kesempatan mendapat bonus. Skema ini dirancang agar apresiasi terasa adil dan terukur.
Berbeda dari karyawan tetap, pengemudi berstatus sebagai mitra platform. Karena itu, yang diberikan bukan THR konvensional melainkan Bonus Hari Raya.
Perusahaan seperti Gojek dan Grab pernah menerapkan pola serupa pada tahun sebelumnya. Besaran bonus disesuaikan dengan kontribusi dan aktivitas masing-masing mitra.
Umumnya bonus diberikan dalam bentuk uang tunai langsung ke saldo akun. Nilainya dihitung dari tingkat keaktifan dan performa selama periode tertentu.
Dalam beberapa kasus, nominalnya bisa mendekati seperlima dari rata-rata penghasilan bulanan. Angka tersebut tentu berbeda pada tiap driver.
Bagi banyak pengemudi, kepastian jadwal lebih penting daripada besarannya. Mereka perlu mengatur keuangan keluarga jauh hari sebelum Lebaran tiba.
Meski sifatnya imbauan, pemerintah terus mendorong agar bonus diberikan transparan. Tujuannya agar mitra merasa dihargai atas kerja keras sepanjang tahun.