Jangan Asal Teguk Air, Ini Adab dan Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah yang Bikin Tenang

TOKOMINICON.COM – Ramadan hadir sebagai bulan penuh rahmat yang selalu dirindukan umat Muslim di berbagai penjuru dunia. Di waktu inilah puasa dijalankan sejak fajar menyingsing hingga matahari tenggelam sebagai bentuk ketaatan.

Menjelang magrib, ada detik yang terasa berbeda karena rasa syukur bercampur harap memenuhi dada. Momen berbuka puasa bukan sekadar makan, tetapi ruang hening untuk kembali mengingat tujuan berpuasa.

Umat Islam dianjurkan memanjatkan doa sebelum menyentuh hidangan yang terhampar di meja. Doa itu menjadi pengakuan tulus bahwa puasa dilakukan karena Allah dan rezeki datang dari-Nya.

Lafal yang sering diucap berbunyi, Allahumma inni laka sumtu wa bika amantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ‘ala rizqika afthartu. Maknanya menegaskan iman, tawakal, dan syukur atas nikmat yang memungkinkan seseorang menyempurnakan puasanya.

Doa tersebut bukan formalitas, melainkan percakapan batin antara hamba dan Tuhannya. Di dalamnya ada rasa terima kasih atas kesehatan, kekuatan, dan kesempatan menahan diri seharian.

Saat bibir berdoa, hati diajak merenung tentang kesalahan yang mungkin dilakukan sepanjang hari. Kesempatan itu menjadi waktu tepat memohon ampun dan berharap keberkahan hidup yang lebih luas.

Berbuka juga mengajarkan empati karena lapar dan dahaga membuka kesadaran tentang nikmat sederhana. Rasa itu membuat seseorang lebih peka pada mereka yang kekurangan makanan setiap hari.

Kesadaran sosial tumbuh dari pengalaman pribadi menahan haus dan lapar sejak pagi. Dari situ muncul dorongan berbagi melalui sedekah, infak, atau bentuk kepedulian lainnya.

Iftar tidak hanya memutus lapar, tetapi juga menyambung ikatan kebersamaan dalam keluarga. Meja makan berubah menjadi tempat bertukar cerita setelah seharian menahan diri.

Dalam tuntunan Nabi Muhammad SAW, ada beberapa adab yang memperindah waktu berbuka. Salah satunya adalah menyegerakan berbuka ketika azan magrib telah berkumandang.

Anjuran itu mengajarkan keseimbangan antara disiplin ibadah dan menerima karunia Allah. Menunda tanpa alasan justru menghilangkan hikmah kemudahan yang diberikan dalam syariat.

Selain itu, disunnahkan untuk berbuka sebelum menunaikan salat magrib. Langkah ini membuat ibadah salat terasa lebih khusyuk tanpa gangguan rasa lapar.

Mengawali dengan kurma atau makanan manis juga menjadi kebiasaan yang dianjurkan. Pilihan tersebut membantu tubuh memulihkan energi dengan cepat setelah berjam-jam berpuasa.

Jika kurma tidak tersedia, minuman atau sajian manis lain bisa menjadi alternatif yang baik. Intinya adalah memulai dengan sesuatu yang ringan sebelum menikmati hidangan utama.

Tradisi ini menyimpan pesan sederhana tentang kesederhanaan dan rasa cukup. Berbuka tidak harus mewah, karena yang utama adalah keberkahan dan niat yang lurus.

Ramadan mengajarkan bahwa setiap detik menjelang magrib memiliki nilai yang istimewa. Di sanalah doa, syukur, dan kepedulian sosial bertemu dalam satu waktu yang sama.

Leave a Comment