Ibu Hamil Baca Surat Maryam Ayat 1-16 Ini Manfaat Nyata yang Bikin Hati Lebih Kuat

TOKOMINICON.COM – Kehamilan sering membuat hati campur aduk antara bahagia dan cemas. Banyak ibu hamil mencari pegangan batin agar lebih tenang menanti hari lahir.

Salah satu amalan yang kerap dibaca adalah Surat Maryam ayat 1 sampai 16. Surat ini mengisahkan perjuangan seorang perempuan mulia menjaga imannya.

Ia mengandung tanpa pendamping, lalu memilih menepi demi menjaga kehormatan. Al-Qur’an merekam momen saat ia menjauh ke tempat yang sunyi.

Dalam ayat disebutkan ia mengandung lalu mengasingkan diri ke lokasi jauh. Ketika rasa mulas datang, ia bersandar pada pangkal pohon kurma.

Di titik lelah itu, ia sempat berharap tak dikenal siapa pun. Kisah tersebut menyentuh banyak calon ibu yang hamil merasakan getirnya kontraksi.

Rasa sakit dan takut terasa manusiawi, bahkan pada perempuan seteguh Maryam. Namun pertolongan Allah hadir di saat yang tak disangka.

Surat ke-19 Maryam dalam Al-Qur’an ini terdiri dari 98 ayat dan turun di Makkah. Namanya diambil dari Maryam, ibu Nabi Isa yang lahir tanpa ayah.

Perjalanan hidupnya menyimpan pelajaran tentang sabar dan tawakal. Banyak ulama menganjurkan ibu hamil memperbanyak tilawah Al-Qur’an.f

Berikut Manfaat Surat Maryam dan Yusuf sering dibaca untuk memohon kebaikan janin. Harapannya, lahir anak yang saleh, lembut hati, dan berbakti.

Manfaat pertama yang dirasakan adalah ketenangan jiwa. Saat memahami kisah Maryam, ibu belajar bahwa ujian bukan akhir segalanya. Keyakinan itu menumbuhkan rasa percaya diri menjalani kehamilan.

Manfaat lain yang diharapkan ialah kemudahan saat persalinan tiba. Doa yang dipanjatkan setelah membaca ayat-ayatnya menjadi sumber harap.

Rasa pasrah membuat hati lebih siap menghadapi proses melahirkan. Ayat ke-14 juga memuat gambaran tentang anak yang berbakti.

Yahya digambarkan sebagai pribadi lembut dan taat pada orang tuanya. Nilai ini menjadi doa tersembunyi bagi setiap ibu yang menanti buah hati.

Bacaan dimulai dengan huruf-huruf muqatta’ah yang sarat makna. Dilanjutkan kisah Nabi Zakaria yang berdoa dengan suara lirih.

Ia memohon keturunan meski usia telah renta dan istrinya mandul. Allah menjawab doa itu dengan kabar gembira tentang kelahiran Yahya.

Kisah tersebut mengajarkan bahwa kuasa Tuhan melampaui logika manusia. Tidak ada yang mustahil bila Dia telah berkehendak.

Ayat-ayat selanjutnya menuturkan sifat Yahya yang penuh kasih dan tak sombong. Ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan dijaga sejak kecil.

Doa keselamatan menyertai hari lahir, wafat, hingga kebangkitannya kelak. Bagian akhir mengingatkan kembali pada sosok Maryam yang menyendiri di timur.

Di sanalah awal kisah agung tentang kelahiran Nabi Isa bermula. Membacanya bukan sekadar rutinitas, tetapi dialog hati dengan Sang Pencipta.

Bagi ibu hamil, ayat-ayat ini menjadi teman di kala sunyi. Setiap lantunan membawa harap agar janin tumbuh dalam lindungan-Nya.

Dengan iman yang diteguhkan, langkah menuju persalinan terasa lebih ringan.

Leave a Comment