TOKOMINICON.COM – Pemerintah resmi menyiapkan kebijakan kerja dari mana saja atau WFA selama libur Idul Fitri 2026 untuk mengurangi kepadatan perjalanan.
Langkah ini sekaligus dimaksudkan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan meski masyarakat memasuki masa libur panjang Lebaran.
Kebijakan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta pada 5 Februari 2026.
Ia menjelaskan WFA akan diberlakukan dalam dua rentang waktu yang beririsan dengan periode libur dan cuti bersama.
Periode pertama WFA dijadwalkan pada 16 hingga 17 Maret 2026, sementara periode kedua berlangsung pada 25 sampai 27 Maret 2026.
Airlangga menyebut pengaturan ini dibuat agar hari kerja yang berada di sela libur nasional tidak terbuang percuma. “Kami juga akan memberikan work from anywhere, supaya hari-hari yang bolong mendekati Lebaran itu bisa diisi oleh work from anywhere,” ujar Airlangga.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Hotel Bidakara, Jakarta, pada 5 Februari 2026. Kebijakan WFA ini melengkapi penetapan libur nasional dan cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah yang telah diumumkan pemerintah.
Berdasarkan kalender 2026, Idul Fitri jatuh pada Sabtu dan Minggu, 21 serta 22 Maret 2026, yang sekaligus menjadi tanggal merah.
Selain libur nasional, pemerintah menetapkan cuti bersama Lebaran selama tiga hari untuk memperpanjang waktu istirahat masyarakat.
Cuti bersama tersebut jatuh pada Jumat 20 Maret, Senin 23 Maret, dan Selasa 24 Maret 2026. Susunan hari libur ini membuka peluang masyarakat menikmati waktu rehat yang lebih panjang tanpa harus mengambil cuti pribadi.
Momentum Lebaran 2026 juga berdekatan dengan Hari Suci Nyepi yang diperingati pada Kamis, 19 Maret 2026. Pemerintah turut menetapkan cuti bersama Nyepi pada Rabu, 18 Maret 2026, sehingga rangkaian libur semakin panjang.
Kombinasi libur Nyepi, Idul Fitri, dan cuti bersama menciptakan potensi long weekend yang jarang terjadi dalam satu bulan. Rentang libur tersebut dimulai dari Rabu 18 Maret hingga Selasa 24 Maret 2026 tanpa jeda hari kerja di tengahnya.
Situasi ini diperkirakan meningkatkan arus mudik, kunjungan wisata, serta aktivitas belanja di berbagai daerah. Untuk mendukung mobilitas, pemerintah juga menyiapkan stimulus berupa diskon tarif transportasi umum selama periode libur.
Potongan Harga Tiket
Moda kereta api mendapatkan potongan harga tiket sebesar 30 persen untuk perjalanan tertentu selama masa Lebaran. Diskon dengan besaran yang sama juga diberikan untuk transportasi kapal penyeberangan antarwilayah.
Sementara itu, penumpang pesawat udara akan menikmati diskon harga tiket berkisar antara 17 hingga 18 persen.
Airlangga menyatakan stimulus ini diharapkan membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan biaya lebih terjangkau.
“Jadi yang mau merencanakan liburan, silakan. Tiket kereta api dikasih diskon 30 persen, kapal juga 30 persen, dan pesawat sekitar 17 sampai 18 persen,” katanya.
Menurut Airlangga, kebijakan WFA dan diskon transportasi dirancang untuk saling melengkapi selama periode libur panjang.
Ia menilai Indonesia memiliki karakteristik unik saat memasuki musim liburan nasional. Mobilitas masyarakat yang tinggi justru diikuti peningkatan belanja dan pergerakan ekonomi di berbagai sektor.
“Indonesia memang salah satu anomali. Saat liburan mobilitas tinggi, spending-nya juga tinggi dan ekonominya bergerak,” ujar Airlangga.
Ia menambahkan bahwa indeks keyakinan konsumen dan penjualan produk elektronik biasanya ikut mengalami kenaikan.
Pemerintah berharap rangkaian kebijakan ini mampu menjaga keseimbangan antara kelancaran mudik dan stabilitas ekonomi nasional. Dengan pengaturan waktu kerja yang lebih fleksibel, tekanan perjalanan di hari puncak diharapkan dapat berkurang.
Di sisi lain, pelaku usaha tetap memperoleh momentum dari meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat selama libur Lebaran.