Sebelum Puasa Dimulai, Gerhana Matahari Cincin 2026 Hadir dengan Pemandangan Unik dan Bahaya Tersembunyi

TOKOMINICON.COM – Fenomena alam berupa gerhana matahari cincin diperkirakan muncul menjelang datangnya bulan Ramadan dan memicu rasa ingin tahu banyak orang dari berbagai wilayah dunia.

Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Ring of Fire karena matahari tampak seperti cincin bercahaya di langit.

Gerhana tersebut diproyeksikan terjadi pada pertengahan Februari 2026, hanya berselang satu hari sebelum sebagian umat Islam memulai ibadah puasa ramdan menurut perhitungan tertentu.

Perbedaan metode penentuan awal Ramadan membuat jarak waktu antara gerhana dan puasa menjadi topik ramai dibahas masyarakat.

Walau terlihat indah dan jarang terjadi, gerhana matahari cincin bukan tontonan aman bagi mata tanpa perlindungan khusus. Dalam fase apa pun, matahari tidak pernah tertutup penuh oleh bulan.

Cahaya tersisa tetap sangat kuat dan berpotensi merusak retina secara permanen. Banyak orang keliru mengira momen cincin emas aman disaksikan langsung, padahal risiko cedera mata tetap tinggi.

Karena itu, penggunaan kacamata khusus gerhana atau filter matahari standar menjadi syarat mutlak bagi siapa pun ingin mengamati fenomena ini.

Gerhana matahari cincin terjadi ketika bulan berada di titik terjauhnya dari Bumi sehingga tampak lebih kecil dibandingkan matahari. Kondisi ini membuat piringan matahari tidak tertutup sempurna dan menyisakan cahaya di bagian tepi.

Dalam dunia astronomi, peristiwa ini disebut gerhana annular, berasal dari kata annulus berarti cincin. Berbeda dengan gerhana total menghadirkan kegelapan sesaat, gerhana cincin justru mempertahankan cahaya menyilaukan sepanjang prosesnya.

Jalur pengamatan utama gerhana cincin tergolong terbatas dan hanya melewati wilayah tertentu di Bumi. Cincin sempurna hanya dapat dilihat dari kawasan terpencil di Antartika dan sebagian selatan Samudra Hindia.

Wilayah lain, termasuk ujung selatan Amerika Selatan, Afrika bagian selatan, serta area luas Samudra Pasifik dan Atlantik, hanya akan menyaksikan gerhana sebagian.

Meski tidak melihat cincin utuh, wilayah tersebut tetap mengalami penurunan cahaya matahari.

Secara keseluruhan, proses gerhana diperkirakan berlangsung selama 271 menit sejak awal hingga akhir. Pada titik puncaknya, bulan menutupi sekitar 96 persen piringan matahari.

Bagi pengamat berada tepat di jalur pusat, fase cincin api hanya terlihat sekitar dua menit. Durasi singkat ini menjadi alasan mengapa fenomena tersebut dianggap langka dan bernilai bagi pengamat langit.

Dari sisi ilmiah, gerhana ini tercatat berada dalam siklus Saros 121 dengan magnitudo mendekati satu. Posisi gerhana berada di rasi Aquarius dan merupakan bagian dari rangkaian panjang gerhana dipetakan astronom selama berabad abad.

Data ini membantu ilmuwan memprediksi pola gerhana di masa depan dengan akurasi tinggi.

Tahun 2026 menjadi periode menarik bagi pengamat langit karena menghadirkan dua jenis gerhana matahari. Setelah gerhana cincin pada Februari, fenomena lain akan muncul pada Agustus berupa gerhana matahari total.

Jalurnya melintasi wilayah Arktik, Greenland, Islandia, hingga Spanyol. Perbedaan karakter kedua gerhana ini menunjukkan dinamika interaksi antara Bumi, bulan, dan matahari. Fenomena ini mendunia luas.

Leave a Comment