Dompet Lebih Aman, Harga Cabai, Bawang, dan Beras Melandai, Belanja Harian Lebih Terkendali

TOKOMINICON.COM – Harga sejumlah bahan pangan menunjukkan pergerakan yang lebih ramah bagi konsumen dalam pemantauan terbaru tingkat nasional, Selasa (13/1).

Perubahan ini terasa langsung di dapur rumah tangga, terutama bagi masyarakat yang rutin berbelanja kebutuhan harian.

Cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang mengalami penyesuaian harga (turun melandai) cukup signifikan dalam waktu singkat.

Harga cabai rawit merah kini berada di kisaran Rp49.984 per kilogram setelah mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.

Kondisi ini memberi napas lega bagi pembeli yang sempat mengeluhkan lonjakan harga dalam beberapa pekan terakhir.

Bawang merah juga mengikuti tren serupa dengan harga rata-rata Rp42.219 per kilogram di tingkat konsumen.

Penurunan harga bawang merah dinilai membantu menjaga stabilitas belanja rumah tangga sehari-hari. Selain bumbu dapur, beras sebagai pangan utama turut mengalami penyesuaian harga di berbagai kategori.

Beras premium tercatat turun dan kini berada di level Rp15.384 per kilogram secara nasional. Beras medium juga mengalami penurunan dengan harga rata-rata Rp13.609 per kilogram.

Sementara itu, beras SPHP berada di angka Rp12.408 per kilogram yang relatif lebih terjangkau. Untuk beras khusus lokal, harga tercatat di kisaran Rp15.569 per kilogram.

Pergerakan harga ini menjadi perhatian karena beras sangat menentukan pengeluaran bulanan masyarakat. Di sisi lain, jagung untuk peternak justru mengalami kenaikan harga menjadi Rp6.814 per kilogram.

Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh kebutuhan pakan yang masih cukup tinggi. Berbeda dengan jagung, kedelai biji kering impor mengalami penurunan harga tipis.

Harga kedelai impor kini berada di angka Rp10.772 per kilogram. Bawang putih bonggol juga mencatatkan penurunan harga menjadi Rp38.107 per kilogram.

Untuk jenis cabai lain, cabai merah keriting turun ke harga Rp37.908 per kilogram. Cabai merah besar bahkan mengalami penurunan lebih dalam dan kini dijual sekitar Rp33.907 per kilogram.

Perubahan harga cabai ini disambut positif oleh pelaku usaha kuliner skala kecil. Pada sektor protein hewani, daging sapi murni mengalami kenaikan terbatas menjadi Rp136.221 per kilogram.

Sebaliknya, daging ayam ras justru turun dan kini berada di kisaran Rp38.536 per kilogram. Harga telur ayam ras juga bergerak turun ke level Rp30.755 per kilogram.

Penurunan ini dinilai membantu memenuhi kebutuhan protein keluarga. Gula konsumsi turut mengalami koreksi harga dan kini dijual sekitar Rp17.977 per kilogram.

Minyak goreng kemasan tercatat turun menjadi Rp20.666 per liter. Minyak goreng curah juga lebih murah dengan harga Rp17.205 per liter.

Produk Minyakita berada di kisaran Rp17.349 per liter setelah penurunan harga. Untuk tepung terigu, jenis curah turun tipis menjadi Rp9.469 per kilogram.

Sementara tepung terigu kemasan justru naik sangat kecil ke harga Rp12.948 per kilogram. Dari kelompok perikanan, ikan kembung mengalami kenaikan tipis ke harga Rp44.537 per kilogram.

Ikan tongkol turun menjadi Rp36.204 per kilogram. Ikan bandeng juga lebih terjangkau dengan harga Rp35.892 per kilogram.

Garam konsumsi tercatat turun dan kini berada di level Rp11.252 per kilogram. Daging kerbau beku impor mengalami penurunan harga menjadi Rp106.698 per kilogram.

Daging kerbau segar lokal juga turun dan dijual sekitar Rp138.947 per kilogram. Secara keseluruhan, pergerakan harga ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat.

Stabilitas harga pangan dinilai penting untuk menciptakan rasa aman bagi konsumen.

Leave a Comment