Emas Antam Naik Tiga Hari Beruntun, Sinyal Bullish Makin Kuat Jelang Perdagangan Berikutnya

TOKOMINICON.COM – Harga emas Antam pada Kamis (8/1) kembali bergerak agresif setelah mencatat kenaikan signifikan beberapa hari terakhir. Kenaikan beruntun ini membuat pasar emas terasa hidup dan menarik perhatian banyak investor.

Dalam tiga hari, harga emas melonjak total Rp96.000 per gram dan memperkuat optimisme pasar. Pada perdagangan terakhir, emas Antam naik Rp35.000 ke level Rp2.584.000 per gram, menunjukkan dorongan beli kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Emas kembali dipilih sebagai aset perlindungan nilai saat situasi ekonomi sulit diprediksi. Kenaikan harga terjadi merata di seluruh varian emas Antam.

Ukuran lima gram kini dipasarkan di kisaran Rp12.735.000 dengan minat beli stabil, sementara ukuran sepuluh gram berada di sekitar Rp25.390.000 dan diminati investor menengah.

Emas 25 gram dijual di level Rp63.310.000 dengan pergerakan tetap positif, sedangkan ukuran 50 gram kini mencapai Rp126.455.000 dan menjadi pilihan investasi.

Emas 100 gram ikut menanjak hingga Rp252.760.000 di pasar domestik, sementara ukuran besar 500 gram dibanderol Rp1.262.900.000 dan emas 1.000 gram berada di kisaran Rp2.524.600.000.

Kenaikan merata ini menunjukkan kekuatan tren emas yang sedang terbentuk. Nilai buyback emas Antam juga naik Rp35.000, sehingga saat ini harga pembelian kembali berada di level Rp2.440.000 per gram.

Kenaikan buyback memberi rasa aman karena likuiditas emas tetap terjaga. Dari sisi global, tekanan ekonomi dunia menjadi pendorong utama kenaikan emas.

Fluktuasi dolar Amerika Serikat turut memengaruhi arah pergerakan harga, sementara kebijakan suku bunga global masih menjadi perhatian pasar. Dalam kondisi seperti ini, emas sering dipilih untuk menjaga nilai kekayaan.

Di dalam negeri, permintaan emas batangan meningkat memasuki awal tahun. Banyak investor memanfaatkan momen ini untuk mengamankan aset, sementara pola kenaikan konsisten memberi sinyal positif untuk pergerakan selanjutnya.

Situasi ini memunculkan harapan tren naik masih berlanjut, meski pasar emas mengenal fase konsolidasi setelah kenaikan tajam. Pada fase ini, harga bisa bergerak mendatar atau terkoreksi ringan.

Data historis menunjukkan lonjakan besar sering diikuti penyesuaian pasar yang bersifat sementara dan tidak mengubah tren utama.

Faktor fundamental masih mendukung arah kenaikan harga emas. Ketidakpastian global membuat emas relevan sebagai aset aman, dan dengan buyback naik, kepercayaan investor semakin menguat.

Kondisi ini membuka peluang harga bertahan positif hingga akhir pekan.

Proyeksi konservatif memperkirakan kenaikan tipis masih mungkin terjadi di kisaran Rp10.000 hingga Rp20.000 per gram, sementara skenario optimistis memprediksi kenaikan Rp25.000 sampai Rp30.000.

Jika terwujud, harga emas satu gram berpeluang menembus Rp2.610.000 dan nilai buyback diperkirakan naik ke kisaran Rp2.460.000 per gram.

Jika konsolidasi terjadi, harga cenderung bertahan di level sekarang dan pergerakan diprediksi stabil tanpa lonjakan besar.

Pelaku pasar tetap disarankan mencermati dinamika global dan domestik agar keputusan investasi emas lebih terukur serta selaras dengan tujuan keuangan jangka menengah di tengah perubahan kondisi pasar yang cepat.

Leave a Comment