TOKOMINICON.COM – Layar televisi nasional perlahan kehilangan satu ikon yang akrab di mata banyak generasi. Doraemon, anime legendaris asal Jepang, tak lagi muncul di jadwal RCTI sejak akhir 2025.
Pantauan pada platform RCTI+ menunjukkan nama Doraemon sudah tak tercantum sejak 29 Desember 2025. Hingga Minggu, 4 Januari 2026, slot tayang yang biasanya diisi Doraemon tetap kosong.
Kondisi ini menguatkan kabar bahwa Doraemon berhenti tayang di televisi nasional mulai awal 2026. Jika dihitung, anime ini telah menemani pemirsa Indonesia selama lebih dari 35 tahun.
Bagi banyak orang, Doraemon bukan sekadar tontonan anak-anak. Ia menjadi teman akhir pekan, pengantar pagi, dan bagian dari rutinitas keluarga.
Kabar hilangnya Doraemon dari layar kaca cepat menyebar di media sosial. Warganet ramai mengenang masa kecil yang lekat dengan suara Nobita dan tingkah Gian.
Akun X @IndoPopBase ikut menyoroti momen ini lewat unggahan singkat. “Doraemon officially ends its run on RCTI after nearly four decades,” tulisnya, dikutip 5 Januari 2026.
Unggahan tersebut memicu gelombang nostalgia dari berbagai generasi penonton. Banyak yang mengaku tumbuh bersama Doraemon sejak masih duduk di bangku sekolah.
Meski begitu, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak RCTI. Belum dipastikan apakah penayangan dihentikan permanen atau hanya jeda sementara.
Doraemon sendiri mulai dikenal luas di Indonesia sejak akhir 1980-an. Popularitasnya kian menguat ketika menjadi program rutin di RCTI pada era 1990-an.
Sejak saat itu, Doraemon nyaris tak pernah absen dari televisi nasional. Jam tayangnya kerap disesuaikan dengan waktu keluarga dan anak-anak.
Anime ini diadaptasi dari manga karya Fujiko F. Fujio. Ceritanya mengikuti robot kucing dari abad ke-22 yang membantu Nobita Nobi.
Alat-alat ajaib Doraemon selalu menjadi daya tarik utama. Namun pesan tentang persahabatan dan tanggung jawab membuatnya bertahan lama.
Tak hanya hadir sebagai serial, Doraemon juga rutin muncul dalam versi film. Film-filmnya berkali-kali meraih sambutan positif di bioskop Indonesia.
Berakhirnya tayangan di TV nasional tak serta-merta menghapus keberadaan Doraemon. Serial dan filmnya masih dapat diakses melalui berbagai platform digital.
Perubahan ini mencerminkan pergeseran kebiasaan menonton masyarakat. Televisi tak lagi menjadi satu-satunya pilihan untuk menikmati hiburan.
Bagi sebagian penonton, hilangnya Doraemon dari TV terasa seperti penutup era. Kenangan menunggu jam tayang kini berganti dengan kebebasan memilih konten.
Doraemon mungkin tak lagi hadir di layar nasional. Namun jejaknya tetap hidup dalam ingatan jutaan penonton Indonesia.